![]() |
| Foto : Beritama.id |
SUMENEP, (Beritama.id) - Sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, silaturrahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad di Dusun Pasar Baru, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten.
Kunjugan tersebut dilakukan tak luput demi meningkatkan peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai sebaran virus corona atau covid-19.
Baca Juga:Sah! Perubahan APBD Sumenep Tahun 2023 Ketok Palu, Berikut Formasi Anggaran dan Akumulasi Kenaikan
"Kunjungan silahturahmi tersebut berlangsung di kediaman KH. Taifur Ali Wafa, selaku Pengasuh Ponpes Assadad," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti, dalam rilisnya, Selasa (26/5).
Baca Juga:DKPP Sumenep Pacu Tanam Padi 25 Ribu Hektare hingga Akhir 2025, 75 Persen Sudah Terealisasi
Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP. Deddy Supriadi mengharapkan ada kerjasama antara kepolisian dengan tokoh ulama dalam menjaga dan menciptakan Pemeliharaan Keamanan dan Keteriban Masyarakat (Harkamtibmas) yang aman dan kondusif.
"Utamanya adanya wabah corona, yang mana di wilayah Kabupaten Sumenep sudah menjadi zona merah, dan yang terkonfirm covid-19 sudah berjumlah 7 orang, dan jangan sampai bertambah," tuturnya.
Baca Juga:250 Desa dari 19 Kecamatan di Sumenep Tersebar Rokok Ilegal, Tim Gabungan Sita Ribuan Jenis
Sebab itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap bisa menjaga dan bekerjasama untuk menjalankan protokol kesehatan, demi mengantisipasi penyebaran covid-19.
"Selain itu pula, kita bersama ulama dan umaroh untuk antisipasi kelompok radikal yang hingga saat ini masih aktif, walaupun tidak langsung menyentuh di wilayah Sumenep," ujarnya.
Selain itu, kata Deddy, menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, harus tetap menjaga Harkamtibmas agar Sumenep tetap aman kondusif.
Deddy juga memaparkan, munculnya kembali isu Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk tidak perlu digembar gemborkan. Sebab, belum tentu informasi atau berita tersebut benar adanya.
"Itu masih isu yang bisa menimbulkan keresahan di waktu menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak di masa wabah penyebaran covid-19. Sehingga, masyarakat dibikin resah dan dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Sumenep," jelasnya. (red/hendra)
