![]() |
| Ahmad Hariyanto |
SUMENEP, (Beritama.id) - Adanya dugaan pemukulan oleh oknum polisi terhadap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, saat menyampaiakan aspirasi, Kamis (25/6/2020), mendapatkan kecaman dari PMII Cabang Sumenep,
Baca Juga:KPU Sumenep Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Peluncuran Maskot 'Si Busok' untuk Pilkada 2024
Ketua Cabang PMII Sumenep, Ahmad Hariyanto, mengatakan, sebagai kader PMII, dirinya sangat kecewa atas tindakan oknum yang telah mencederai kebebasan menyampaikan pendapat di negeri ini.
“Kami mengecam tindakan aparat keamanan yang terlalu represif pada aktivis PMII,” kata Yanto, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).
Dia mengatakan, semestinya aparat keamanan harus mampu mengayomi dan menjadi partner mahasiswa ketika menyampaikan aspirasi pada penguasa.
“Karena bagaimanapun melakukan pemukulan terhadap aksi massa sangat tidak diperbolehkan, mereka menyampaikan aspirasi dilindungi oleh Undang-Undang,” terangnya.
Baca Juga:Target PAD Retribusi Pasar Rp2 Miliar, Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Sumenep Jalankan Perda Baru
Dia menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dalam menyikapi tragedi tersebut. Bahkan sebagai bentuk kekecewaanya tersebut dia berjanji akan segera turun jalan.
“Dalam minggu ini kita akan turun jalan ke Mapolres Sumenep.” tandasnya. (Red/Madurapost)
